Telp : (021) 84341479 Email : royalciptaabadiutama@gmail.com :
Royal Cipta Abadi Utama
SHARE :

Pengertian dan Fungsi Sand Filter

8
04/2021
Kategori : Tangki IPAL / Water Roof Tank Fiberglass
Komentar : 0 komentar
Author : Abi Faqih


Pengertian Sand Filter

Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu proses pemurnian air yang sangat efektif untuk digunakan dan minim reiko yaitu menggunakan sand filter (filter pasir). Akan tetapi kebanyakan dari kita kadang salah memahami mengenai sand filter itu sendiri.

Permaslahan yang perlu di garisbawahi adalah bahwa pengertian “filter” berbeda dengan pengertian “sieve” yang sering digunakan di kalangan umum meskipun secara bahasa keduanya sering diterjemahkan menjadi makna yang sinonim yakni “penyaring”. Akan tetapi dalam bahasa Inggris memiliki arti yang berbeda.

Baca Juga: Cara pengolahan limbah dengan teknologi biofilter terbaru

Kata “sieve” diartikan sebagai proses penyaringan partikel yang lebih besar dengan lubang penyaring sehingga partikel yang lebih kecil dari lubang penyaring bisa lewat dengan mudah melalui penyaring, sedangkan kata “filter” adalah proses penyaringan partikel melewati penyaring (media filter) sekalipun partikel tersebut lebih kecil dari lubang penyaring tetapi beberapa partikel tidak dapat melewati media filter.

Filter bisa dengan proses adsorpsi, penukar ion, biological metabolite transfer, dll. Sand filter adalah filter yang menggunakan pasir (sand) sebagai media filter-nya. Tujuan utamanya adalah menghilangkan kontaminasi padatan tersuspensi (suspended solid) dalam air.

Fungsi Sand Filter

Fungsi daripada sand filter (filter pasir) adalah untuk menghilangkan kekeruhan pada air dan membersihkan air dari partikel yang tidak larut sehingga air menjadi lebih jernih. Dalam praktiknya, ada beberapa jenis pasir yang sering digunakan dalam saringan air ini. Setiap jenis pasir memiliki karakteristik dan kemampuan menyaring yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, simak uraian di bawah ini.

Unit sand filter jaman dahulu masih menggunakan bak besar yang diisi pasir di bagian atas. Akan tetapi saat ini untuk memaksimalkan fungsi sand filter. Proses penyaringan sudah menggunakan teknologi yang lebih maju yaitu sistem Pressure Sand filter.

Sistem ini menggunakan tangki bertekanan untuk melakukan proses kompresi air yang melewati media sand filter.
Keuntungan dari sistem seperti ini yaitu membuat alat atau tangki yang dipergunakan menjadi lebih kecil sehingga dapat menghemat tempat.

3 Tipe Sand Filter Yang Sering Digunakan

Pada umunya sand filter dibagi menjadi beberapa jenis dan kategori, akan tetapi dalam artikel ini kami akan menyampaikan jenis atau tipe sand filter yang sering digunakan saja. Adapun sand filter yang umum digunakan terdiri dari 3 tipe yaitu; Rapid sand filters, Upflow sand filters, dan Slow sand filters.

Ketiga jenis sand filter di atas sudah banyak digunakan oleh berbagai industri untuk proses pemurnian air. Untuk rapid dan upflow sand filter membutuhkan senyawa kimia coagulant agar bisa bekerja secara efektif, sedangkan slow sand filter dapat menghasilkan kualitas air yang sangat baik dengan menghilangkan patogen, meningkatkan kualitas rasa dan bau tanpa dibantu pemakaian senyawa kimia.

Adapun penjelasan ketiga tipe sand filter adalah sebagai berikut:

  • Rapid Sand Filters

Rapid sand filters pertama kali didesign oleh oleh George W. Fuller di Little Falls, New Jersey Amerika pada tahun 1920 an. Design ini banyak digunakan di sistem pengolahan air pemerintah Amerika diberbagai tempat sejak kesuksesannya di tahun tersebut, karena design ini tidak membutuhkan tempat yang luas dibandingkan slow sand filter. Rapid sand filter menggunakan pasir dan media granular lainnya (seperti gravel atau anthracite) untuk menghilangkan partikel pengotor dalam air yang sudah membentuk floc setelah penambahan coagulant (contohnya PAC – Poly Aluminium Chloride). Pengoperasian rapid sand filter dapat memanfaatkan gaya gravitasi atau pompa tekanan. Prosesnya sebagai berikut: air yang akan difilter akan melewati rapid sand filter dari atas karena adanya gaya gravitasi atau pemberian tekanan, kemudian material floc akan terperangkap di permukaan media pasir, filtrate (air bersih yang difilter, filtered water) akan keluar dibagian bawah unit (lihat gambar dibawah). Adapun untuk membersihkan material floc yang terperangkap, dilakukan backwash atau mengalirkan air secara berkebalikan dari bawah ke atas.

  • Upflow Sand Filters

Pada proses upflow sand filter, air yang akan difilter (influent) akan masuk dari atas ke tempat penampungan dibagian bawah filter dan mengalir keatas (upflow) melalui media pasir. Material floc akan terperangkap di media pasir dan filtrate (air bersih yang difilter) akan keluar mengalir keatas permukaan media pasir (lihat gambar dibawah).

Selanjutnya media pasir yang mengandung material floc akan mengalir kebawah melalui pipa airlift menuju washbox chamber (ruang pencuci) bagian atas, pasir yang sudah bersih dari material floc akan didistribusikan kembali kedalam dan pengotor (material floc) dikeluarkan ke pipa reject.

Kelebihan upflow sand filter adalah single media (pasir), secara continue pengoperasiannya atau tidak terganggu karena proses backwash, konsumsi listrik yang rendah, membutuhkan tekanan yang rendah dibanding rapid sand filter, dan menghasilkan kapasitas air yang lebih besar.

  • Slow Sand Filters

Slow sand filter merupakan tipe tertua dari proses pengolahan air yang pertama kali digunakan pada tahun 1872 di Amerika. Saat ini, slow sand filter masih digunakan dalam bentuk yang lebih kecil dari sebelumnya. Tipe ini tidak membutuhkan pretreatment penambahan senyawa kimia coagulant sebelumnya dan mudah secara proses. Slow sand filter terdiri atas tank, media pasir, media gravel, pengatur aliran (flow regulator), dan sistem penampung air (clearwell) untuk filtrate (air bersih yang difilter). Air akan mengalir melalui media pasir dan gravel, selanjutnya melalui flow regulator dan terakhir masuk ke clearwell (lihat gambar dibawah).

Slow sand filter dapat mereduksi jumlah bakteri patogen, kekeruahan, bau, rasa, dan senyawa organik lainnya. Kelebihan dari tipe ini adalah minimnya masalah yang disebabkan oleh lumpur, tidak dibutuhkan supervisi yang intens, dan biaya operasional serta pemeliharaan yang murah.

Tabel berikut adalah perbandingan antara rapid sand filter dengan slow sand filter terkait dengan keunggulan dan aplikasinya.

Kunjungi Artikel Kami Yang Lain:

Berita Lainnya

5
05/2021
3
05/2021
12
04/2021
Proses Biofilter Anaerob
Author : Abi Faqih
8
04/2021
26
03/2021
Tangki Panel Fiberglass
Author : Abi Faqih


Tinggalkan Komentar